annyoung haseyo !!! ^^

ANNYOUNG HASEYO !!! ^^

Sabtu, 08 Januari 2011

I'M JUST NOTHING [prolog]

Kini aku berdiri di barisan paling belakang. Didepanku terdapat kerumunan orang berbaju hitam yang sedang meratapi kepergian seorang anak laki-laki yang mungkin sepertinya terlihat sangat berharga bagi mereka. Bahkan jasad yang terbungkus kain putih tersebut sudah tak dapat terlihat karena sudah terurug tanah makam. Hanya aku yang terlihat memakai pakaian putih disini. Perlahan, satu per satu orang mulai bepergian. Sampai pada akhirnya hanya tersisa seorang ibu cantik yang sedang menangis sesegukan sambil memeluk nisan dan seorang laki-laki gagah separuh baya memeluk ibu tersebut di sampingnya.

Sebenarnya aku paling tidak tahan melihat seorang wanita menangis seperti itu. Ingin sekali aku memeluknya tapi itu tidak mungkin. Aku mendekatinya dan duduk di depan mereka di samping makam. Kuraba batu nisan yang tertancap di tanah. Ya, aku tahu jelas siapa yang terurug di bawah tanah makam ini. Tak jauh dari makam aku melihat seorang laki-laki tampan yang sangat aku kenali berdiri di samping pohon. Dia sahabat terbaikku, eunhyuk. Matanya terlihat sangat bengkak. Bahkan sekarangpun butir-butir air mata masih terlihat jelas jatuh di pipinya. Dan kemarin adalah hari terakhir aku tertawa bersamanya....

~~PROLOG END~~

>>>TBC<<<

ff SHINee part 13

MUMU’S POV

Aku, aichan, taerii dan jiyong, namja chingunya aichan sedang bercanda-canda tentang bagaiman masa depan riyya bersama onew oppa. Ini pertama kalinya aichan mengenalkan jiyong pada kami. Saat kami masih asik 
bercanda, taemin datang dengan jas dan jeans hitamnya kearah kami.

“anyoung !” sapanya.

“anyoung jagi~ ternyata kau tidak kalah tampan dari minho” ucap taerii lalu taemin mencium kedua pipinya.

“oh minho sudah datang ? dimana dia ?” tanyaku lalu menatap aichan yang tampak tidak peduli sama sekali dengan perkataanku.

“dia sedang bersama oemmaku di atas. Biasa teman lama. Hahaha” ucap taerii dengan wajah sumringah. Wajahnya sama sekali tidak menunjukkan bahwa dia sedang sakit serius.

“oh ya mumu-ssi. Tadi ada yang ingin bertemu denganmu. Dia menunggumu diluar” ujar taemin padaku.

“mwo ? nuguya ?” taemin hanya menggeleng menjawab pertanyaanku. Lalu aku menuju keluar rumah taerii yang terlihat sangat ramai, lalu mulai mencari-cari orang yang dimaksud taemin.

“aissshh pabonya aku ini ! bagaimana aku bisa tahu siapa yang sedang mencariku kalau aku saja tidak tahu sama sekali siapa yang mencariku” ucapku menepuk jidatku keras.

“memangnya kau sudah lupa denganku ?” lalu seorang namja berbicara dari belakangku. Suaranya yang aku kenal namun sudah lama sekali aku tidak mendengarnya.

“jonghyun oppa ?! OPPA !!!!” ucapku kaget. Dia merentangkan tangannya lalu aku memeluknya erat.

“mian aku tidak mengabarimu sebelumnya” ucapnya mengelus rambutku lembut.

“bogoshipoyo oppa !” ucapku menangis di dadanya.

“aku juga merindukanmu mumu. Sangat merindukanmu” ucapnya memegang kedua pipiku lalu mencium bibirku dalam dan lembut.

“kapan oppa tiba ? kenapa tidak menghubungiku terlebih dulu ?” ucapku melepas ciumannya.

“aku baru saja tiba tadi malam. Keadaan appa sudah sangat sehat jadi aku bisa kembali lagi kesini”

“tapi oppa harus janji. jangan pergi dari sisiku lagi ya !” ucapku merengut.

“yap aku janji ! apa kau mau bukti ?” tanya jonghyun oppa lalu berlutut di depanku.

“oppa kau ini sedang apa ? ayo berdiri !” ucapku merasa tidak enak dengannya.

“aku hanya ingin membuktikan kepadamu jika aku benar-benar menyayangimu dan tidak akan meninggalkanmu lagi” ujarnya lalu mengeluarkan kotak merah kecil dari kantong jasnya lalu membukanya.

“b..bwo ? apa ini oppa ?” tanyaku bingung melihat cincin emas putih di dalamnya.

“sekarang aku sedang melamarmu. Maukah kau menerimaku ?” aku membekap mulutku lalu memandang matanya. Wajahnya terlihat benar-benar serius.

“oppa jeongmalyo ?” tanyaku meyakinkannya.

“ne’ jeongmal ! maukah kau menjadi istriku kim mumu ?” air mataku mulai membendung lalu aku manarik tangannya untuk berdiri.

“dengan senang hati oppa !” ucapku. Lalu jonghyun oppa menarik tangan kiriku dan memakaikan cincin emas putih itu di jari manisku.

“setelah pulang dari sini, aku akan langsung menemui orangtuamu !” aku kembali memeluknya erat dan untuk kesekian kalinya, aku kembali menangis di dadanya.

“saranghaeyo !” ucapnya

“na do saranghaeyo oppa !”

AICHAN’S POV

Setelah acara resmi pertunangan riyya dan onew oppa selesai, aku menuju ke tempat makanan untuk mengambil beberapa kue yang ada disana bersama jiyong.

“hey kau sedang melihat apa ?” tanyaku pada jiyong yang sedang menatap serius ke depan.

“jagi~ kenapa sejak tadi namja itu selalu melihat ke arah kita ?” Tanya jiyong dengan pandangan menghadap beberapa meter didepan kami.

“bwo ?” aku mengikuti pandangan jiyong lalu menemukan minho yang sedang menatap kosong ke arahku.

“sudahlah. Mungkin dia . . .”

“dia minho ya ?” tanyanya memotong kalimatku.

“hmm ne’” ucapku pelan sambil menunduk. Aku kaget karena tiba-tiba jiyong berjalan ke arah minho berdiri.

“aigoo apa yang akan dia lakukan ?” tanyaku kalut dalam hati.

“anyoung ! kwon jiyong imnida~” sapa jiyong lalu menyalami tangan minho.

“choi minho imnida~ !” saut minho sambil tersenyum ke arah jiyong Lalu dia menatapku dengan tatapan dingin.

“maaf aku harus pergi kesana” ucap minho kepada jiyong lalu membungkukkan badannya.

“ne’ anyoung !” ucap jiyong membalas bungkukkan badannya.

“ternyata dia tidak seperti yang aku kira. Kenapa kau begitu membencinya jagiya~ ?” tanyanya sambil menatap 
mataku dalam. Aku hanya diam tidak bisa menjawab pertanyaan yang membuat hatiku berdegup kencang 
barusan.


TAERII’S POV

“wah bahagianya jadi riyya. Beruntung sekali dia bisa mendapatkan onew oppa yang begitu mencintainya !” kataku iri pada riyya yang terlihat menyalami para tamu yang datang dengan wajah sumringah yang di sampingnya terdapat onew oppa yang selalu menemaninya sejak tadi.

“memangnya kamu tidak senang sudah punya aku ?” ucap taemin cemberut.

“ani~ bahkan aku lebih beruntung karena memilikimu jagi~” jawabku sambil memegang pundaknya.

“wae ?”

“mollaseo ! hihihihi”

“kau ini !” ucap taemin mencubit pipiku.

“sayang ! oemma membawa kejutan untukmu !” oemma menghampiriku dengan di ikuti seorang namja di belakangnya. Hatiku jadi berdegup cepat walaupun aku tidak tahu saipa namja itu. Aku sama sekali tidak mengenalinya.

“kamu disini bersama taerii dan taemin dulu ya. Sayang oemma kesana dulu ya ! masih banyak tamu yang harus oemma sapa” oemmapun pergi meninggalkan kami bertiga dalam keadaan bingung. Aku terus menatap namja itu untuk berusaha mengenalinya.

“jagi~ siapa dia ?” bisik taemin pelan di teligaku.

“aku tidak tahu jagi~” jawabku tidak kalah pelan dari suaranya.

“anyoung hasimnika~ !!”  ucapnya lalu membungkukan badannya didepanku dan taemin. Lalu kami membalas bungkukannya.

“nuguseyo ?” tanyaku masih menatap wajah namja itu lekat.

“taerii-ah ! kau tidak tahu siapa aku ?” tanyanya sambil melambai-lambaikan tangan di depan wajahku.

“mollaseo” jawabku singkat.

“jeongmalyo ? aigoo ! kau ini benar-benar ya. Sejak dulu tidak pernah berubah” ucapnya menepuk-nepuk kepalaku pelan. Aku yakin kenal dengan orang ini tapi aku tidak tahu siapa dia.

“yaa aku lee hyukjae ! eunhyuk ! masa kau lupa padaku ?”

“eunhyuk ? eunhyuk siapa ?” tanyaku menggaruk-garuk kepalaku yang masih bingung.

“ini ! kau lihat ini !” ucapnya sambil menunjukkan bekas luka jahitan di jidatnya yang tertutup poninya.

“MIR !!!!” aku langsung melemparkan tubuhku ke pelukannya dan memeluknya erat.

“aaaa jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi. Namaku kan eunhyuk bukan mir !”

“hah memang namamu eunhyuk ? aku tidak pernah tahu kalau namamu eunhyuk !” ucapku tidak yakin.

“apa kau juga lupa ? hanya kau dan oemmaku yang memanggilku mir. Kau memanggilku mir karena kau hanya mengikuti oemmaku kan ? Aku juga tidak tahu dapat dari mana nama itu” jelas mir, eh maksudku eunhyuk.

“arra arra ! pantas saja aku seperti mengenalmu tapi aku tidak tahu kau siapa hahaha”

“ya sudah, yang penting kau sudah ingat kan ? oh ya, siapa dia ? kau belum mengenalkannya padaku” ujarnya 
sambil menatap taemin yang sejak tadi hanya diam melihat tingkah aneh kami berdua.

“dia lee taemin, namja chinguku. Jagi~ dia eunhyuk . . .”

“atau lee hyukjae. Kami sudah kenal sejak kami masih kecil” potongnya lalu membungkukkan badannya dan 
taemin membalas bungkukkannya.

“marga kalian sama-sama lee jadi kalian harus berteman dekat yaa ! ya kan pangeran ?” tanyaku pada eunhyuk yang hanya cengar-cengir melihatku.

“ya tuan putri !” jawabnya meraih tanganku lalu menciumnya lembut. Aku langsung melepasnya karena aku ingat bahwa taemin masih disini.

“pangeran ? tuan putri ?” Tanya taemin dengan wajah bingungnya.

“iya jadi waktu umur kami masih 5 tahun, aku sering bermain dengannya. Dia jadi pangeran dan aku tuan putrinya. Tapi tenang saja kau tidak usah khawatir, pangeranku sekarang kan kau jagi~” ucapku menjelaskan pada taemin. Eunhyuk hanya mengangguk-angguk setuju dengan penjelasanku.

“dongsaeng-ah ! kau dan eunhyuk di panggil oleh appa di kamar. Sebaiknya kalian cepat kesana karena sepertinya mereka ingin membicarakan hal penting” ucap onew oppa cepat. Riyya yang berdiri di belakang oppa sambil menggandeng tangan oppa hanya tersenyum ke arah kami.

“uhmm taemin ?”

“appa hanya menyuruhku untuk memanggilmu dan eunhyuk. Taemin-ah, mian” ujar onew oppa pada taemin.

“gwenchanayo hyung. Jagi~ sebaiknya kau cepat pergi !” ucapnya sambil memandang bergantian ke arahku lalu ke arah eunhyuk. Onew oppa dan riyya sudah pergi ke tempatnya semula.

“kkaja ! palli !” eunhyuk menarik tanganku pelan.

“taemin-ah ! aku tidak akan pergi lama” ucapku pada taemin. Taemin hanya tersenyum memandangku yang mulai menjauhi dirinya. Tapi kenapa perasaanku jadi begini ? seakan-akan aku tidak ingin pergi dari sisi taemin. Aku menoleh ke belakang tempat dimana tadi taemin berdiri, namun sosoknya sudah pergi menghilang entah kemana.

=====

Aku dan eunhyuk tiba di kamar appa. Di dalam terdapat orang tua eunhyuk dan orang tuaku juga.

“anyoung haseyo !” ucapku dan eunhyuk sambil membungkuk di hadapan orangtua kami. Aku duduk di kursi kosong sebelah oemma dan eunhyuk duduk di kursi kosong di sebelah oemmanya.

“waah taerii, sekarang kau sudah tumbuh menjadi yeoja yang cantik ya” ucap oemma eunhyuk.

“kamsahamnida~” ucapku pelan sambil menundukkan kepalaku.

“ya sudah langsung saja ya, karena waktu yang sedikit dan appa masih punya tamu yang menunggu di luar. Eunhyuk… taerii… “ appa berhenti. Oemma memegang pundakku pelan lalu tersenyum miris kepadaku. Aku mulai merasakan atmosfer aneh melihat tingkah laku orangtuaku dan orangtua eunhyuk. Tiba-tiba saja, tanpa kuketahui sama sekali sebabnya, jantungku berdegup sangat cepat. Aku mengepalkan telapak tanganku yang mulai terasa mendingin.

“ne’.. ada apa appa ?” tanyaku lirih.

“minggu depan . . .” appa berhenti melanjutkan kalimatnya karena pandangan oemma kearah appa. Pandangan yang sama sekali tak dapat aku artikan.


>>>TBC<<<

ff SHINee part 12 *pindah dr fb*

ONEW’S POV

Sorenya aku kembali ke rumah. Oemma dan appa sudah tiba di Indonesia dan sekarang sedang menjaga taerii yang belum juga tersadar di rumah sakit. Aku turun dari mobilku sesampainya di depan rumah. Entah kenapa seperti ada suara yang menyuruhku untuk membuka kotak surat yang bertengger tenang di atas tembok pagar rumahku. Dengan sendirinya kakiku bergerak mendekati kotak surat itu dan memasukkan tanganku ke dalamnya.

“ah apa ini ?” tanyaku pada diri sendiri melihat sebuah surat beramplop biru muda yang kini ada di tanganku. Aku berdiri  menyender di mobilku dan membaca surat yang ternyata dari taemin itu.

To : nae sarang “taerii”
                chagi~ mianhe, jeongmal mianhe aku tidak menceritakan tentang keberangkatanku menuju korea hari ini. Aku ingin mengikuti kompetesi dance yang akan dilaksanakan besok lusa di seoul. Mungkin ini memang mendadak dan kau pasti akan marah padaku karena tidak bercerita padamu sebelumnya. Aku akan kembali setelah sekitar 3 bulan berada di sana. Maaf juga karena mungkin aku akan jarang menghubungimu selama disana karena handphoneku telah aku jual.
     
           Tapi aku mau kau menemuiku sore ini di bandara pukul setengah 4. Aku akan pergi dengan jonghyun hyung. Pesawatku akan landing pukul 4 sore jadi aku sangat memohon padamu untuk menemuiku nanti sore. Sekali lagi jeongmal mianheyo karena aku hanya berani memberitahumu lewat surat ini. Kau boleh marah padaku, tapi aku akan menunggumu sebelum aku benar-benar berangkat kesana. Jeongmal mianheyo, jeongmal saranghaeyo lee taerii.

“ah taemin benar-benar pergi ke korea ? berarti surat ini sudah ada di sini semenjak kemarin. syukurlah. Karena ini memudahkanku untuk menyembunyikan tentang keadaan taerii. Mian taemin-ssi. Tapi aku pasti memberikan surat ini pada namdongsaengku” ucapku lalu melangkah masuk ke dalam rumah.

_SETAHUN KEMUDIAN_

Detik terus berganti menjadi menit.. menit berganti menjadi jam.. jam-jam pun terus bergerak sehingga berganti hari.. hari-hari terus berjalan sesuai porosnya sampai saatnya untuk berganti minggu, bulan, dan tahun. (jujur, author kurang sreg sama kalimat ini -.-)

TAERII’S POV

Mungkin hari ini adalah hari yang paling di tunggu-tunggu oleh oppa dan riyya. Hari ini mereka resmi bertunangan !. aku ikut bahagia dengan hubungan mereka yang semakin hari semakin dekat. Oemma dan appa juga sudah merestui hubungan mereka. Begitu juga oemma dan appanya riyya. Mereka terlihat sangat bahagia mempersiapkan pertunangan ini.

Sayang sekali aku tidak bisa membantu mereka. Oemma dan onew oppa menyuruhku untuk tetap duduk di ruang tamu melihat orang-orang berlalu lalang yang sibuk mempersiapkan acara ini. Mereka menjadi sangat protektif padaku semenjak kami mendapat kabar bahwa aku mengidap kanker otak stadium 2 B. Aku selalu bolak-balik ke rumah sakit sebulan 2 kali agak menghambat pertumbuhan virus kanker di otakku. Sudah setahun juga aku menyembunyikan penyakit ini dari taemin. Bersyukurlah karena taemin juga tidak begitu menyadari perubahan pada diriku. Aku tidak ingin dirinya tahu bahwa aku mengidap penyakit mematikan ini. Aku tidak tega melihat diriku sendiri tersiksa karena mungkin saja dia akan meninggalkanku saat tahu keadaanku. Aku sudah sangat mencintainya lebih dari aku mencintai diriku. Bahkan aku mungkin akan lebih memilih tersiksa karena sakit kepalaku yang sangat berlebihan dibanding tersiksa karena di tinggal olehnya.

Handphoneku bergetar dan lagu first love milik utada hikaru berdendang keluar dari speakernya. Di layar tertera tulisan nae sarang yang berarti taemin. Nomornya sudah kembali aktif sejak 3 bulan lalu setelah dia menjual handphonenya untuk pergi ke korea setahun lalu. Tepat hari dimana aku di vonis penyakit itu.

“ne’ jagi ~ ! wae ?”

“apa acaranya sudah dimulai ? aku akan segera berangkat kesana bersama jonghyun hyung !” ucapnya dari ujung telepon.

“oh jonghyun oppa sudah pulang ? kapan oppa pulangnya ? ya acaranya sebentar lagi. Kira-kira 1 jam lagi”

“iya hyung baru saja tiba tadi malam. Keadaan appa disana sudah sangat membaik. Katanya hyung tidak ingin melewatkan pertunangan sahabat lamanya”

“apakah mumu sudah tahu tentang ini ? dia pasti akan sangat senang sekali !” kataku sangat senang.

“ehhmm setahuku belum ada yang tahu kecuali aku dan kau jagi~. oke kalau begitu aku mempersiapkan diri lagi setelah itu langsung menuju kesana !” ucapnya senang.

“yap aku tunggu ya ! daaaah !” kataku lalu menutup telepon.

“sayang ayo saatnya siap-siap. Sebentar lagi acaranya akan dimulai. Oemma bantu kamu memakai gaun yang kemarin oemma belikan untukmu ya” ucap oemma penuh perhatian lalu membantuku berdiri dari dudukku.

“sudah oemma tidak apa-apa. Aku bisa bangun sendiri” ucapku menolak tangan oemma yang membantuku untuk berdiri.

ONEW’S POV

“oemma !” ucapku membuka pintu kamar taerii dan masuk kedalamnya. Oemma yang sedang membantu taerii memakai gaun putih selututnya terlihat kaget menatap kedatanganku kesini yang tiba-tiba.

“oppa ! kau membuat oemma kaget ! memang ada apa sih ?” ucap taerii manja.

“oemma ! oemma bisa rasakan ini kan ?” kataku lalu menarik tangan oemma ke dada kiriku yang bergetar begitu cepat.

“huuaaahh dongsaeng-ah.. aku grogi nih !” ucapku tidak tenang lalu duduk di tempat tidur taerii.

“oppa tenang saja. Semua pasti akan berjalan lancar kok ! ya kan oemma ?” ujarnya memegang pundakku dengan tangan hangatnya.

“iya. Oemma tahu kok bagaimana perasaanmu. Coba kamu tarik nafas dalam-dalam lalu buang perlahan !” ucap oemma memegang kedua pipiku. Akupun menuruti perintah oemma.

“bagaimana ? sudah agak baikan ?” Tanya oemma.

“yaaaa lumayan laah” jawabku dengan gaya belagu andalanku.

“huuu dasar oppa jeleek ! bwee !” ledek taerii yang membuat oemma tertawa.

“ kalau aku jelek, kenapa riyya bisa cinta padaku ?” tanyaku berkacak pinggang.

“waaah aku tidak tahu deh kalau yang satu itu. Mungkin saja riyya matanya sudah minus 7 jadi tidak bisa melihat mana namja yang ganteng dan mana namja yang jelek”

“waaahh kamu yaa !! jeongmal. Kalau oppa jelek, kamu juga pasti jeleekkk !!!” ucapku gemes sambil mencubit kedua pipi taerii.

“berarti sebentar lagi, kita tidak bisa bercanda seperti ini lagi oppa. Aku pasti akan kesepian nanti” ucapnya sedih.

“kan ada oemma yang akan selalu menemanimu sayang” ucap oemma mengelus rambut taerii lembut. Aku pun memeluknya erat.

“oppa benar-benar menyayangimu taerii. Kamu juga jangan tinggalkan oppa ya…” ucapku gemetar menahan tangis.  

MINHO’S POV

Aku sudah tiba di depan rumah taerii yang dipenuhi oleh mobil-mobil mewah dan orang-orang yang kelihatannya sangat penting. Mungkin itu rekan-rekan kerja appa taerii dari korea. Aku merasa tidak enak untuk masuk kedalam walaupun aku sudah memakai jas hitam dan celana jeans hitam dengan kemeja warna biru muda. Lalu aku mencari nama taerii di kontak handphoneku lalu menelponnya.

“taerii-ah ! bisakah kau keluar sekarang ? aku sudah berada di depan rumahmu, tapi aku tidak enak masuk kedalam karena sepertinya kebanyakan dari meraka adalah orang-orang penting” ucapku cepat.

“oke aku keluar sekarang ya ! kau tunggu disitu ! oemma, aku akan menemui minho dibawah ya” ucap taerii terdengar seperti berbicara dengan oemmanya lalu mematikan teleponnya. Sudah lama aku tidak bertemu oemmanya. Padahal dulu aku cukup dekat dengan keluarganya. Tidak lama kemudian taerii berjalan ke arahku yang masih berada di depan rumahnya.

“ayo kita masuk !” ucapnya sambil memberikan tangannya padaku ramah. Aku tersenyum dan menerima tangannya. Dia terus menggandeng tanganku sampai kami berada di dalam rumahnya. Beberapa ibu-ibu yang kelihatannya teman oemmanya taerii memandangku sambil berbisik-bisik.

“kau tunggu disini dulu. Tidak lama lagi taemin dan jonghyun oppa akan tiba” ucapny ceria ketika kami berada di lantai 2 depan kamarnya. Lalu ia melangkah masuk ke kamarnya. Tapi baru beberapa langkah, dia kembali melihatku lagi.

“minho-ssi ! kau terlihat sangat tampan dengan jas dan kemeja itu !” ujarnya lalu tersenyum padaku.

“kekeke~ gomawo taerii-ssi” gumamku tersenyum dalam hati. Aku melihat kesekelilingku dan berjalan menuju pintu keluar menuju balkon depan jendela kamar taerii. Waktu smp aku sering menemani oemma taerii kesini untuk merawat bunga-bunganya. Lalu aku melihat pot putih besar didepanku yang ditanami oleh mawar putih.

“ternyata mereka masih menyimpannya” bisikku sambil tersenyum dan memegang bunga mawar putih yang sedang mekar.

“kau masih ingat bunga itukan ? aku sangat menyukainya. Terima kasih ya telah memberiku bunga itu waktu itu” tiba-tiba aku mendengar suara seseorang bicara dibelakangku. Ya tepatnya orang itu adalah oemmanya taerii.

“oh ahjumma wo. Anyoung haseyo !” ucapku tersenyum senang lalu membungkuk di depannya.

“kenapa kau panggil aku dengan sebutan itu. Kau masih ingatkan dulu kau memanggilku apa ?”

“ah ne’.. oemma …” ujarku tanpa ragu lalu memeluknya erat.

“kau semakin tampan sayang ! pasti banyak sekali yeoja-yeoja yang mengejarmu ya ?” ledeknya memegang pipiku tapi aku hanya tertawa dan menggeleng sebagai jawabanku.

“sudah setahun aku tinggal disini, tapi kau tidak pernah menampakkan sama sekali batang hidungmu di depanku ! kau sudah lupa sama oemma ya ?” ucapnya terlihat kesal.

“mianhe oemma. Aku memang sudah tidak pernah main kesini lagi. Tapi waktu taerii dirumah sakit, aku menjenguknya kok. Mungkin waktu itu kebetulan oemma belum tiba dari korea jadi kita tidak bertemu” jelasku.

“andaikan saja kau menjadi menantuku berikutnya, aku pasti akan sangat senang” ucapnya menarikku duduk di kursi lalu mengelus rambutku lembut.

“tidak mungkin oemma. Aku tidak akan tega memisahkan taerii dan taemin demi aku”

“iya oemma juga tahu kalau taerii sangat mencintai taemin. Tapi appa tidak tahu sama sekali tentang hubungan mereka”

“appa tidak tahu tentang hubungan temin dan taerii oemma ? ohh menurutku cepat atau lambat appa pasti akan tahu kok. Oh iya, dimana taerii oemma ?”

“taerii sedang dibawah menemui teman-temannya. Kita kebawah saja yuk ! sebentar lagi acaranya sudah dimulai” ucap oemma taerii menarik tanganku lembut. Lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum senang berjalan dibelakangnya.

MUMU’S POV

Aku, aichan, taerii dan jiyong, namja chingunya aichan sedang bercanda-canda tentang bagaiman masa depan riyya bersama onew oppa. Ini pertama kalinya aichan mengenalkan jiyong pada kami. Saat kami masih asik bercanda, taemin datang dengan jas dan jeans hitamnya kearah kami.

“anyoung !” sapanya.

“anyoung jagi~ ternyata kau tidak kalah tampan dari minho” ucap taerii lalu taemin mencium kedua pipinya.

“oh minho sudah datang ? dimana dia ?” tanyaku lalu menatap aichan yang tampak tidak peduli sama sekali dengan perkataanku.

“dia sedang bersama oemmaku di atas. Biasa teman lama. Hahaha” ucap taerii dengan wajah sumringah. Wajahnya sama sekali tidak menunjukkan bahwa dia sedang sakit serius.

“oh ya mumu-ssi. Tadi ada yang ingin bertemu denganmu. Dia menunggumu diluar” ujar taemin padaku.


“mwo ? nuguya ?” taemin hanya menggeleng menjawab pertanyaanku. 





>>>TBC<<<